Untung salah naik bus,
Catatan
Sang Bismania
Untuk
melakukan sebuah perjalanan, biasanya seseorang dapat membutuhkan waktu
berjam-jam hanya untuk packing. Kalo buat aku mah, bermodal sebuah tas punggung
sudah beres. Sebagai seorang pecinta bus, aku memang agak cuek. Tapi,tetap
bus-bus kelas executive yang menjadi idamanku. Tak ada salahnya juga kok naik
bus ekonomi. Dijamin lebih merakyat. Pagi itu tepatnya hari minggu, secara
nggak sengaja kakiku gatal ingin mengunjungi terminal. Sekalian beli tiket
untuk ke jogja. Biasanya sih, tinggal call agen aja udah beres. Karena posisi
sedang di kota malang, arjosarilah yang menjadi sasaran.
Membutuhkan
waktu 50 menit naik angkot untuk sampai kesana. Berhubung jalanan pagi hari
yang ramai, ditambah ada wisata belanja tugu di daerah jalan ijen, cukup
lengkap penderitaan penumpang angkot pagi itu, apalagi supir angkotnya nggak
tanggung2, sudah penuh tetep aja ditambah penumpang. Ngejar setoran sih ngejar
setoran, tapi kira2 juga donk. Coba bayangin aja, angkot yang kecil nan mungil itu
dinaiki sekitar 20 orang. Sungguh keterlaluan bukan? sebagai seorang penumpang,
hal itu sungguh tidak nyaman. Ketika supir angkot sedang fokus dijalanan ada
ibu-ibu yang tiba-tiba nyeletuk,
“ eh,pak
sampeyan ora iso ta alon-alon? Wis penuhe koyo ngene, mengko lugur kabeh
penumpangmu “ ucap sang ibu.
“ wis ta bu,
aku yo ngejar setoran iki, gawe nguripi anak lan bojo ”
Aku hanya tertawa geli dalam hati,
dengan logat khas jawa timuran, ibu itu serasa tak terima dengan keadaan
seperti ini, sedangkan sang supir cuek membalasnya dengan asal. Memang ironi
negeri ini, ini masih di malang. Bagaimana kabar yang dijakarta?? Lebih
parahkah? Hehe,, aku jadi ingat waktu naik angkot beberapa minggu yang lalu.
Gara-gara angkot ngetem terlalu lama, aku jadi telat buat mengahdiri rapat.
Kadang kita hanya menggerutu dalam hati saja. Tapi, kalau dipikir2 para supir
itu juga tidak salah. Memang itu pekerjaannya. Anak dan istrinya juga
menggantungkan hidup dari penghasilannya sebagai sopir angkot. Huft… negeri
dengan segudang masalah yang tak kunjung usai. Apa coba solusinya?? Proyek
monorail yang mblangkrak nggak jalan?
Atau isu kereta cepat yang akan melayani rute sby-jkt hanya dengan 2 jam? Itu
semua masih rencana. Kapan terealisasikan? Wallahu a’lam.. padahal kalau kita
tengok Australia yang jaraknya tak jauh dari Indonesia, monorail itu sudah
menjadi transportasi umum yang ada sejak 15 tahun yang lalu. Ah sudahlah..
Tak terasa angkot berkode AL itu
memasuki kawasan terminal arjosari. Sampai disana, aku langsung menuju ke agen-agen
bus yang berjajar rapi. Beberapa belum ada yang buka. Seperti Pahala kencana,
lorena,nusantara, akas, safari darma raya. Belum sampai ke tempat yang ku tuju,
aku sudah dikeroyok orang menawarkan tiket ke berbagai tujuan. Waduh2, emang
hal yang lumrah yang terjadi di terminal-terminal bus di Indonesia. Di terminal
terbesar di kota malang ini, nggak begitu parah seperti di purabaya, lebak
bulus, ataupun pulo gadung. Mereka tidak terlalu memaksa untuk menaiki armada
busnya. Paling Cuma Tanya tujuan mana. Kalo nggak dijawab, baru marah. hahaha..
Aku clingak-clinguk sendiri di pojok terminal. Tiba-tiba hasrat ingin naik bus
handoyo muncul, namun ku lihat counter agennya belum buka. So, ditinggal dulu
muter-muter terminal. Bus-bus AKDP berjejer rapi menunggu penumpang. Ada bus
favoritku terparkir disudut terminal, yup ROSALIA INDAH. Bus asli solo ini,
memang tak kalah dengan bus-bus lainnya. Pelayanannya super sekali. Untuk di
malang sendiri, PO ROSALIA INDAH baru membuka trayek malang-jogja, malang-purwokerto,
dan malang-pekalongan. Kalau mau ke Jakarta dengan bus ini, harus transit dulu
di solo untuk pindah bus tujuan Jakarta. Tapi, bus-bus untuk tujuan
Jakarta,bandung,bogor dll. Juga nggak kalah bagus kok. Hanya dengan 240rb kita
sudah mendapatkan paket wisata diombang-ambing di jalan selama 20jam untuk
menempuh malang-jakarta.

Aku kira,
agen HANDOYO sudah buka, ternyata belum. Terpaksa masuk ke agen ZENA, setelah
Tanya-tanya kursi yang tersisa tinggal paling belakang deket toilet. Wah, amat
sangat tidak srategis. Disamping bau toilet yang super parah, kursi paling
belakang juga tidak nyaman untuk tidur. Jadi teringat bus-bus
jepara-pati-jakarta, yang model toiletnya dibawah deket pintu tengah. Jadi
tidak akan mengganggu penumpang lainnya. Disamping itu, kursi yang nyaman
dilengkapi leg rest dan head rest, jadi makin betah tidur di bus. Aku merasa
memang tidak ada bosan-bosannya untuk naik bus. Akhirnya yang ku tunggu-tunggu
buka juga, ternyata yang menunggu counter handoyo, nggak hanya aku. Banyak
bapak-bapak yang mengantri dibelakang. Kebanyakan dengan tujuan wonosobo dan purwokerto.
Langsung bilang ke mbknya tujuan jogja satu orang. Nggak belakang-belakang
amat. Kursi no. 19/ 5c. cukup dengan 73 ribu, tiket sudah ditangan.
Dengan tidak
direncanakan sebelumnya, semua beres. Alhamdulillah,, segala puji bagi Allah.
Memang setiap kali ingin mengunjungi mbakyu yang ada di jogja, pasti tidak
terencana. Pernah waktu itu ada liburan Cuma 3 hari aku bela-belain kesana.
Yah, dengan alasan yang sama, ingin melepas penat. Hahaha,, sebagai pecinta
travelling, perjalanan memang sangat begitu berharga. Ada aja hal baru yang
didapat selama perjalanan. Pastinya dengan bus lah menurutku semua perjalanan
menjadi nyaman. Kalau dipikir-pikir pasti orang akan memilih pesawat agar lebih
cepat dan travel agar lebih nyaman sampai tujuan. Namun, kedua transportasi itu
bagiku tidak seunik bus. Di pesawat kita tidak akan menemukan pengamen dengan
seribu gayanya. Atau penjual nasi bungkus dan yang tak kalah hebohnya penjual
“cang ci men” alias kacang, kwaci, permen. Hanya di bus ide-ide kreatif itu
muncul. Bus dan kereta api, kedua transportasi ini lah yang selalu diburu
masyarakat luas. Dicari bukan gara-gara fasilitas yang ditawarkan, namun
keterjangkauan itulah yang membuatnya menjadi favorit dikalangan menengah
kebawah.

( nggak sempet foto busnya, ambil dari blog bismania malang raya deh :) )
Pukul 18.50
ku baru tiba di terminal arjosari, dengan menggendong tas punggungku yang
lumayan berat. Gara-gara angkot lagi, aku hampir ketinggalan bus. Padahal aku
berangkat dari kos pukul 17.30 harus membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk ke
terminal dengan 2 kali dipindah angkot. Huh, belum-belum sudah melelahkan. Aku
setengah berlari menuju bus handoyo yang terparkir bersebelahan dengan Zena
tujuan purwokerto dan Nusantara tujuan semarang. Hawa sejuk AC menjalar
seketika keseluruh tubuhku ketika menaiki kabinn. Huh, nyamannya. Tak salah aku
memilih bus ini. Aku menuju kursi nomor 19. Disampingku ada bapak-bapak
setengah baya tersenyum ramah. Kubalas senyum itu dengan ramah pula. Setelah
meletakkan tasku di bagasi atas dalam kabin, aku segera menata tempat dudukku
dengan nyaman. Balas dendam mau tidur. Hehe.. setelah dicek semua oleh crew bus
handoyo, buspun berangkat tepat pukul 19.05 meninggalkan arjosari.
“ bade
kamana?” Tanya bapak sebelahku tiba-tiba. Dari logatnya bapak ini pasti orang
sunda.
“ mau ke
jogja pak, bapak sendiri mau kemana? ” balasku sok basa-basi.
“ saya teh
mau ke purwokerto. Setelah itu lanjut ka bandung.”
“lho, bapak
asli bandung? Kenapa naik bus tujuan ke purwokerto dulu pak?” tanyaku
bertubi-tubi. Semangat ngomongin bus.
“ anak saya
biasanya seperti ini, ke purwokerto dulu, baru naik bus lagi ke bandung.”
“ padahal kan
ada kramat djati tujuan malang-bandung pak”
“ oh, iya
kah? Saya tidak tau. Saya juga baru sekarang ini naik bus umum.” Jawab bapaknya
polos. Mungkin, bapaknya tidak biasa naik bus.
“ iya,
biasanya busnya berangkat sore pak.”
“adek
sendiri, ke jogja kuliah?”
“nggak pak,
mau jenguk kakak saya. Saya kuliah di malang sini. Tapi, asli dari pati.”
“ oh, asli
dari pati? Biasanya kan jogja jadi tujuan untuk kuliah gitu.”
Obrolanpun semakin asik. Yang niatnya
ingin tidur, malah dapat teman baru, jadi ngobrol ngalor ngidul. Ini juga salah
satu yang seru ketika naik bus umum. Yang tadinya tak kenal, jadi sok kenal.
Namun, tetap berhati-hati dengan orang yang baru kenal. Tak terasa udah sampai
gempol mau menuju mojokerto. Kemacetan tak terhindarkan. Dari arah porong,
semua kendaraan berhenti total. Sedangkan dari arah malang menuju porong tersendat-sendat.
Kadang jalan, kadang berhenti. Namun, dari malang belok ke arah menuju
mojokerto jalanan sudah lancar kembali. Dari sinilah, start untuk mulai tidur.
Suara anak-anakpun terlelap dalam tidurnya. Sementara bapak-bapak dengkurannya
semakin keras memecah keheningan di
dalam bus, dan keramaian diluar sana.
Bus ngerem mendadak, semua penumpang
panik. Termasuk aku, yang baru terjaga dari tidurku. Ku tengok keluar, ternyata
terjadi kemacetan parah mendekati rumah makan kurnia jawa timur yang berada di ngawi.
Yang menjadi tempat peristirahatan nanti. Bisa dimaklumi, berhubung pas waktu
liburan, jadi banyak rombongan bus pariwisata mulai dari anak sekolah hingga
wisata wali songo. Dengan susah payah bus memarkir masuk di halaman rumah makan
tersebut, tepat pukul 00.30 dini hari, semua penumpang disuruh turun dan
dibagikan tiket service makan prasmanan. Akupun bertanya dalam hati, “ tiketnya
aja Cuma 73ribu. menu Makannya apaan ya? Hehe,, berhubung belum sempat makan
malam. Soalnya tadi malam kan langsung cabut. Akupun turun bersama bapak-bapak
sampingku tadi, menuju suara yang teriak-teriak “service bus handoyo sebelah
sini, silahkan..” maklumlah pelayan rumah makannya teriak-teriak. Soalnya
banyak bus-bus yang beristirahat disana. Dan semua telah bekerjasama dengan
pihak rumah makan untuk penyedia makanan bagi penumpangnya. Terjawab juga
pertanyaanku dari tadi, nasi+bihun+sayur kacang+telor dadar ditambah krupuk
menjadi menu malam itu. Plus segelas teh hangat menemani makanku. Hhmm,, apa
gara-gara aku lapar ya, makanan itu terasa enak sekali.. hahaha,, setelah
kenyang makan, clingak-clinguk cari toilet. Maklum, aku tidak begitu suka di
toilet bus. Terombang-ambing nggak jelas gitu. Aku jadi teringat toilet di
kereta, toilet di pesawat, dan toilet di bus. Kalo dipikir2 ternyata beda
banget ya, dari bentuk, dan suasananya ketika dipakai kalo ketiga transportasi
itu sedang jalan. Yang paling unik toilet pesawat, bersih, terkesan mewah, dan
airnya terasa hangat-hangat panas. dan pastinya tersedia banyak tissu Hahaha,,
ada-ada saja. Kalo toilet bus kan terkesan bau, dan airnya dingin sekali. Aku melewati tempat service khusus untuk
travel juga. Wah, beda banget. Mereka lebih ekslusif. Ruangan full AC, plus
meja bundar gaya-gaya restoran mewah. Padahal bus executive pun nggak sampai
seperti itu service makannya. Yang membedakan paling tempat restorannya, yang
lebih terkenal sama rumah makan biasa.
Ketika keluar dari toilet, ku berniat
balik ke bus. Tapi, masya Allah… bus pun tambah bejibun. Haduh,, kepala ini
jadi pusing. “bus ku tadi yang mana ya?” banyak banget bus disini. Berjalan di
dempet bus-bus besar jadi mrinding sendiri. Setelah berjalan berpindah-pindah
dari satu bus ke bus yang lain. Terlihat bus handoyo. Aku lihat depan busnya.
Tepat bus no.3. berarti ini busku. Setelah naik dan menuju kursiku, ku duduk
sejenak. Dan mulai berpikir, kok nggak ada ranselku ya? Loh? Selimutnya juga
uda berantakan. Padahal tadi kan nggak ku pakai. Tiba-tiba bapak sebelahku tadi
juga naik dan menghampiriku. Aku langsung bilang aja dengan yakin “wah,pak kita
salah bus ini” kulihat di kursi depan ada seorang ibu yang lagi mabuk darat
mungkin, aku pun bertanya pada ibu itu “ lho buk, ini benar kan bus no.3?”
tanyaku panik.
“iya mas. Masnya emang tujuan mana?”
ibu itu bertanya balik kepadaku.
“jogja buk, bapak ini ke purwokerto.”
“ wah, mas lha wong bus ini aja dari
purwokerto. Bus ini ke arah malang.”
Akupun langsung panik. Tak sempat
bilang terima kasih kepada ibunya. Aku langsung aja turun bersama bapak tadi. Maafkan
aku buk, hehe.. kalo ditinggal bus kan nggak lucu. Tapi, biasanya di umumin
lewat pengeras suara. Aku clingak-clinguk mengamati bus satu persatu. Banyak
bus handoyo, tapi, tampilan luarnya berbeda semua. Akhirnya bapak itupun
menemukan busnya. Ternyata pindah ke pojok. Setelah meyakinkan diri dengan
melihat tulisan 3 dan Tujuan jogja-purwokerto di depan bus, akupun naik dengan
langkah capek. Langsung duduk dan nyender. Melihat keatas, ranselku pun masih
aman disana. Huft, lumayan olah raga dini hari. Setelah pengecekan kembali,
ternyata masih ada 2 penumpang yang belum masuk. Mungkin masalahnya sama kali
ya,, lagian no.busnya sama sih.. tipe busnya juga sama.. haduh2,, akupun
tertawa sendiri mengingat kejadian barusan. “untung salah naik bus” bayangin
aja kalo tidak. Mungkin moment panik bersama bapak-bapak tadi tidak akan
terjadi. Hehe.. bayangin kalo aku nggak langsung sadar diri di bus yang salah,
mungkin aku uda kembali ke malang lagi. Hahaha,, pukul 01.15 bus melaju kembali
ke arah jawa tengah…. Akupun tertidur pulas..
Entah apa yang membuatku bangun. Mata
ini, masih ngantuk banget. Dengan terpaksa, aku melihat luar. Masya Allah,
sudah sampai prambanan. Akupun langsung mengucek-ngucek mataku agar segera
bangun. Segera ku ambil hape, dan telpon mbak ku. Memberitahukan sebentar lagi
nyampe. Bus tiba-tiba berhenti, ternyata ada penumpang yang turun di kalasan.
Crew buspun menghampiriku, dikira aku masih terlelap tidur. Aku disuruh kedepan
untuk siap-siap. Kulihat jam di hapeku, tepat menunjukkan pukul 04.00 subuh..
“tumben,cepet banget..” batinku dalam hati. Padahal udah aku perkirakan jam 5
pagi nyampe sana. Dengan lihai, buspun berhenti di pertigaan janti. Akupun
langsung turun, tanpa pamitan dengan bapak-bapak sebelahku juga. Kulihat tadi
beliau masih tertidur dengan pulasnya. Beberapa menit kemudian, zenapun
berhenti dan menurunkan penumpang disitu juga. Berhubung masih terlalu pagi,
dan mbak ku nggak berani untuk jemput, terpaksa aku naik ojek menuju ke arah
sapen…. Memecah udara pagi di kota Jogja.. welcome to Jogjakarta..

Malang, maret 2012.
Thanks to PO HANDOYO,