Setiap kali berkunjung di kota jogja, tak lengkap rasanya tanpa
mengunjungi tempat sultan hamengkubuwono tinggal. Yup, keraton kasultanan
ngayogyakarta. Kehidupan keraton yang masih asli, membuat tempat ini menjadi
salah satu destinasi utama di kota Jogjakarta. Keliling keraton memang menjadi
pengalaman tersendiri bagi orang yang baru pertama kali berkunjung. Secara fisik istana para
Sultan Yogyakarta ini memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler
(Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti,
Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti
Hinggil Kidul (Balairung Selatan).
( Mesjid Gedhe Kasultanana Yogyakarta)
Kali
ini saya akan mengulas sedikit tentang tempat wisata keraton kasultanan
Jogjakarta. Setelah berkali-kali mengunjungi jogja, baru sekarang saya dapat
mengunjungi sultan hamengkubuwono tinggal. Untuk masuk wilayah keraton, tarif
tiket masuknya pun berbeda-beda. Bagi warga jogja sendiri hanya dipatok 5 ribu
rupiah saja. Sedangkan turis lokal sekitar 7 ribu. Nah bagi yang merasa turis
asing, silahkan membayar sebesar 12 ribu
lima ratus. Berhubung saya kesononya sama dulur sendiri, bilang aja warga
jogja. Hehe.. komplek kraton ini, terlihat cukup luas. Mulai dari gerbang utama
masuk wilayah keraton Yogyakarta. Gerbang untuk masuk ke dalam kompleks Keraton
Yogyakarta dari arah utara adalah Gapura Gladhag dan Gapura Pangurakan yang terletak persis beberapa meter di sebelah
selatannya. termasuk alun-alun lor dan mesjid gedhe.
( Gedhong Kaca, museum hamengkubuwono IX)
Setelah
didalam keraton andapun langsung disambut dengan kompleks pagelaran. Disini pada
jam tertentu akan diadakan pagelaran tari dengan diiringi gamelan khas jawa. Sehingga
tak heran jika pada jam-jam tertentu saat pagelaran berlangsung, banyak turis
yang mengunjungi keraton. Kesederhanaan kehidupan khas keraton, sangat
ditunjukkan para abdi dalem keraton yang sampai sekarang masih terus mengabdi
untuk keraton jogja. Apalagi saya sempet ketemu abdi dalem kecil. Hehe.. Saluttt
deh pokoknya..
( Narsis dulu ama abdi dalem kecil.. )
Untuk yang kantong masih tebal, silahkan mampir ke bale raos. sebuah restaurant yang menyediakan makanan khas yang disukai oleh sri sultan hamengkubuwono. untuk soal harga, bisa ditebak lah.. hahaha.. rasa sultan pokoknya. berikut daftar Sajian menu menu authentic dari Bale Raos keraton
Yogyakarta, antara lain :
Bebek
Suwar Suwir ( Sultan HB X )
(Menu khusus
keraton Yogyakarta dari irisan daging bebek yang disajikan dengan irisan nanas goreng
dan saus kedondong parut).
Semur
Piyik ( Sultan HB IX ), (Hidangan
unik dari olahan burung dara)
Urip
urip Gulung ( Sultan HB VII )
(Ikan lele fillet
yang digulung kemudian dipanggang disajikan dengan saus mangut)
Sanggar
( Sultan HB VIII - HB X )
( Menu asli dari keraton Yogyakarta yang
dibuat dari irisan daging sapi dengan bumbu rempah yang dipanggang dengan
saputan santan kelapa dan dijepit dengan bilah bambu)
Soup
Timlo ( Sultan HB X ), Soup jawa klasik
kombinasi rasa jahe dan kecap serta paduan aneka bahan
Beer
Jawa ( Sultan HB VIII )
Minuman Non
Alkohol asli dari keraton Yogyakarta, yang dibuat dari berbagai macam ramuan
seperti jahe, kayu secang, cengkeh, jeruk limau dll. (www.baleraos.com)
( Bale Raos, Raosipun sang Sultan)
catatan:
Tarif masuk ke dalam keraton
warga jogja Rp.5000
Turis lokal Rp.7000
Turis Asing Rp.12.500
Tarif keliling alun-alun lor dan mesjid gedhe (Free)
jogja
BalasHapussalam blogger
saya belum pernah masuk kratonnya. lain kali saya sempetin deh. haha
BalasHapussilahkan mas.. yang suka wisata budaya cocok banget.. :)
Hapus