Translate

Rabu, 26 Maret 2014

Tri Idiot terdampar di pulau dewata (part 1)


            Pulau seribu pura.. pulau dewata.. Semua orang pasti tau lah ya sebutan pulau kecil kebanggaan negeri kita tercinta ini. Yup, inilah Bali island. Untuk mlaku-mlaku kali ini, kita mampir ke bali ya.. mengulas sedikit ada apa sih di pulau ini? Dengan dalih ada urusan sebentar, sebentarnya sebulan sih.. hahaha, J sebulan kok sebentar! akhirnya saya menginjakkan kaki juga di tanah bali.. welcome to bali..
 
                                                                                                        
Edisi kali ini, start perjalanan dimulai dari Pati, Jawa tengah. Dengan peserta 2 orang termasuk saya. J masih musim lebaran idul fitri nih. Baru lebaran ke-5. Gila kan? Ga juga.. -_- okelah,, tunggangan saya kali ini tetap si kotak besi. Saya mah orangnya setia. Lha iya emang bismania. Hahaha J pukul 16.50 buspun datang dari arah kudus. Yup, PO. MJCM Trans. Tiket Ditebus dengan harga 400K. L agak nggak rela sih, tapi ya mau gimana lagi, namanya juga musim lebaran..
            Kali ini, saya ditemani kawan seperjuangan untuk tinggal di bali selama sebulan kedepan. J thanks for my best friend- misi kali ini sebenarnya tidak hanya untuk mlampah-mlampah saja. Tapi tepatnya untuk magang di salah satu perusahaan ternama di Indonesia. J asikkk.. haha,  Namun, entah setan mana yang membisiki saya hingga akhirnya memilih cabang denpasar sebagai lokasi magang.. -_-
(Kawan saya yang ikut sore itu)
            Waktu menunjukkan pukul 4.30 pagi. Samar-samar bus keluar dari kapal feri dan langsung menuju TKP (tempat pemeriksaan ktp) pelabuhan gilimanuk. Masalah pertamapun terjadi. Saya lupa bawa KTP saudara-saudara.. hiyahhh.. -_- sempet-sempetnya ya. dengan rasa bersalah, sayapun digelendeng masuk ruangan 4x3 untuk di interogasi macam-macam. Saya merasa seperti di perbatasan negara mana gitu.. wkwkwkwk J Sayapun sudah menunjukkan berbagai macam kartu identitas lainnya seperti sim, paspor, KTM, de el el.. si petugaspun g mau tau. Pokoknya harus KTP. Huaaah,, yup tau sendiri lah akhirnya sayapun kena denda. Dan akhirnya beres. Dengan langkah gontai sayapun kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan menuju kota denpasar. Salah satu kerennya bus-bus dari jepara itu selalu berhenti waktu solat subuh menjelang. Pukul 05.15 buspun berhenti di masjid daerah negara untuk memberikan kesempatan solat subuh kepada penumpang. J
            Empat jam kemudian buspun sampai diterminal mengwi. Dan seluruh penumpang diwajibkan turun disini.. -_- dan untuk mencapai kota denpasar masih lumayan jauh ternyata. Saya dan temen saya akhirnya memutuskan untuk menyewa mobil. Mengingat barang bawaan yang lumayan banyak. Tadinya mau naik angkot tapi, kataya harus oper sampai tiga kali untuk sampai di terminal ubung denpasar. -_- hargapun sudah di sepakati 150k diantar sampai Jl. Kutilang daerah ngurahrai airport. Tak apalah daripada naik taxi, pasti tambah mahal. J lagian badan sudah remuk semua setelah perjalanan selama 17 jam.
(Terminal mengwi, foto dari om gogon bismania J)
            Perjalanan dari terminal mengwi ke bandara ditempuh kurang lebih 1,5 jam. Badan ini sudah cukup lelah sebenarnya. Tapi apa daya, kita belum menemukan tempat kost yang cocok. Dengan terpaksa kita keliling komplek burung untuk mencari kost. Ternyata kost disini jauh berbeda dengan kost-kost yang ditawarkan di jawa. Hahaha, J wis gak usah dibahas.. -_- haha, dan yang pasti harganyapun 2 kali lipat lebih mahal. Hingga akhirnya menemukan rumah kost yang dekat dengan lokasi perusahaan tempat kita magang J walaupun ya begitulah L hehehe, oke saatnya istirahat, soalnya sore nanti saya akan kedatangan tamu dari papua J wkwkwkwk, bersambung....
(tempat kost dengan fasilitas ala kadarnya J)


Tips kali ini :
Jangan lupa bawa KTP kalo mo ke bali J


4 komentar:

  1. wah aku lupa bwa ktp di denda 50rb e ??

    BalasHapus
  2. haii, boleh minta contact personnya? boleh twitter atau fb. kebetulan ada yang mau di tanya tanya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mbak, add aja fb saya "mohammad muizzuddin"

      Hapus