Translate

Jumat, 08 Februari 2013

Raosipun Sultan Jogja


Setiap kali berkunjung di kota jogja, tak lengkap rasanya tanpa mengunjungi tempat sultan hamengkubuwono tinggal. Yup, keraton kasultanan ngayogyakarta. Kehidupan keraton yang masih asli, membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi utama di kota Jogjakarta. Keliling keraton memang menjadi pengalaman tersendiri bagi orang yang baru pertama kali berkunjung. Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta ini memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan).
                       ( Mesjid Gedhe Kasultanana Yogyakarta)
Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang tempat wisata keraton kasultanan Jogjakarta. Setelah berkali-kali mengunjungi jogja, baru sekarang saya dapat mengunjungi sultan hamengkubuwono tinggal. Untuk masuk wilayah keraton, tarif tiket masuknya pun berbeda-beda. Bagi warga jogja sendiri hanya dipatok 5 ribu rupiah saja. Sedangkan turis lokal sekitar 7 ribu. Nah bagi yang merasa turis asing, silahkan membayar sebesar  12 ribu lima ratus. Berhubung saya kesononya sama dulur sendiri, bilang aja warga jogja. Hehe.. komplek kraton ini, terlihat cukup luas. Mulai dari gerbang utama masuk wilayah keraton Yogyakarta. Gerbang untuk masuk ke dalam kompleks Keraton Yogyakarta dari arah utara adalah Gapura Gladhag dan Gapura Pangurakan yang terletak persis beberapa meter di sebelah selatannya. termasuk alun-alun lor dan mesjid gedhe.
                   ( Gedhong Kaca, museum hamengkubuwono IX)
Setelah didalam keraton andapun langsung disambut dengan kompleks pagelaran. Disini pada jam tertentu akan diadakan pagelaran tari dengan diiringi gamelan khas jawa. Sehingga tak heran jika pada jam-jam tertentu saat pagelaran berlangsung, banyak turis yang mengunjungi keraton. Kesederhanaan kehidupan khas keraton, sangat ditunjukkan para abdi dalem keraton yang sampai sekarang masih terus mengabdi untuk keraton jogja. Apalagi saya sempet ketemu abdi dalem kecil. Hehe.. Saluttt deh pokoknya..
 
                          ( Narsis dulu ama abdi dalem kecil.. )
Untuk yang kantong masih tebal, silahkan mampir ke bale raos. sebuah restaurant yang menyediakan makanan khas yang disukai oleh sri sultan hamengkubuwono. untuk soal harga, bisa ditebak lah.. hahaha.. rasa sultan pokoknya. berikut daftar Sajian menu menu authentic dari Bale Raos keraton Yogyakarta, antara lain :
Bebek Suwar Suwir ( Sultan HB X )
      (Menu khusus keraton Yogyakarta dari irisan daging bebek yang disajikan        dengan irisan nanas goreng dan saus kedondong parut).
Semur Piyik ( Sultan HB IX ), (Hidangan unik dari olahan burung dara)
Urip urip Gulung ( Sultan HB VII )
(Ikan lele fillet yang digulung kemudian dipanggang disajikan dengan saus mangut)
Sanggar ( Sultan HB VIII - HB X )
( Menu asli dari keraton Yogyakarta yang dibuat dari irisan daging sapi dengan bumbu rempah yang dipanggang dengan saputan santan kelapa dan dijepit dengan bilah bambu)
Soup Timlo ( Sultan HB X ), Soup jawa klasik kombinasi rasa jahe dan kecap serta paduan aneka bahan
Beer Jawa ( Sultan HB VIII )
Minuman Non Alkohol asli dari keraton Yogyakarta, yang dibuat dari berbagai macam ramuan seperti jahe, kayu secang, cengkeh, jeruk limau dll. (www.baleraos.com)
   so, liburan murah tetap meriah keliling wilayah keraton kasultanan jogja aja. :) :)
                            ( Bale Raos, Raosipun sang Sultan)

catatan:
Tarif masuk ke dalam keraton
warga jogja Rp.5000
Turis lokal Rp.7000
Turis Asing Rp.12.500
Tarif keliling alun-alun lor dan mesjid gedhe (Free)

Kamis, 07 Februari 2013

Ticket Collection

PO. NUSANTARA
Getas Pejaten No.4 Kudus Jawa Tengah
Telp. 0291 440019 
www.nu3tara.com

TICKET KERETA API
Reservasi : www.kereta-api.co.id
                    www.tiket.com

Ticket Air Asia Indonesia
Reservasi : www.airasia.com



















PO. ROSALIA INDAH
Jl. Raya Solo-Sragen km.7,5
Palur, Jaten, Karanganyar Jawa Tengah
Telp. 0271 825173












Ticket Travel
King Tour & Travel
Jl, Kunto Basworo 1/4 Malang
081334769304
Surya Travel
Jl.Trunojoyo 10E Malang
0341354117
Caravan Tour & Travel
Jl.Ring Road utara 261 Yogyakarta
085643877714
Jl.Ratu Kalinyamat 96 Tayu Pati
085878797965

Untung Salah Naik Bus



Untung salah naik bus,

Catatan Sang Bismania

            
        Untuk melakukan sebuah perjalanan, biasanya seseorang dapat membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk packing. Kalo buat aku mah, bermodal sebuah tas punggung sudah beres. Sebagai seorang pecinta bus, aku memang agak cuek. Tapi,tetap bus-bus kelas executive yang menjadi idamanku. Tak ada salahnya juga kok naik bus ekonomi. Dijamin lebih merakyat. Pagi itu tepatnya hari minggu, secara nggak sengaja kakiku gatal ingin mengunjungi terminal. Sekalian beli tiket untuk ke jogja. Biasanya sih, tinggal call agen aja udah beres. Karena posisi sedang di kota malang, arjosarilah yang menjadi sasaran.
            Membutuhkan waktu 50 menit naik angkot untuk sampai kesana. Berhubung jalanan pagi hari yang ramai, ditambah ada wisata belanja tugu di daerah jalan ijen, cukup lengkap penderitaan penumpang angkot pagi itu, apalagi supir angkotnya nggak tanggung2, sudah penuh tetep aja ditambah penumpang. Ngejar setoran sih ngejar setoran, tapi kira2 juga donk. Coba bayangin aja, angkot yang kecil nan mungil itu dinaiki sekitar 20 orang. Sungguh keterlaluan bukan? sebagai seorang penumpang, hal itu sungguh tidak nyaman. Ketika supir angkot sedang fokus dijalanan ada ibu-ibu yang tiba-tiba nyeletuk,
            “ eh,pak sampeyan ora iso ta alon-alon? Wis penuhe koyo ngene, mengko lugur kabeh penumpangmu “ ucap sang ibu.
            “ wis ta bu, aku yo ngejar setoran iki, gawe nguripi anak lan bojo ”
Aku hanya tertawa geli dalam hati, dengan logat khas jawa timuran, ibu itu serasa tak terima dengan keadaan seperti ini, sedangkan sang supir cuek membalasnya dengan asal. Memang ironi negeri ini, ini masih di malang. Bagaimana kabar yang dijakarta?? Lebih parahkah? Hehe,, aku jadi ingat waktu naik angkot beberapa minggu yang lalu. Gara-gara angkot ngetem terlalu lama, aku jadi telat buat mengahdiri rapat. Kadang kita hanya menggerutu dalam hati saja. Tapi, kalau dipikir2 para supir itu juga tidak salah. Memang itu pekerjaannya. Anak dan istrinya juga menggantungkan hidup dari penghasilannya sebagai sopir angkot. Huft… negeri dengan segudang masalah yang tak kunjung usai. Apa coba solusinya?? Proyek monorail yang mblangkrak nggak jalan? Atau isu kereta cepat yang akan melayani rute sby-jkt hanya dengan 2 jam? Itu semua masih rencana. Kapan terealisasikan? Wallahu a’lam.. padahal kalau kita tengok Australia yang jaraknya tak jauh dari Indonesia, monorail itu sudah menjadi transportasi umum yang ada sejak 15 tahun yang lalu. Ah sudahlah..
Tak terasa angkot berkode AL itu memasuki kawasan terminal arjosari. Sampai disana, aku langsung menuju ke agen-agen bus yang berjajar rapi. Beberapa belum ada yang buka. Seperti Pahala kencana, lorena,nusantara, akas, safari darma raya. Belum sampai ke tempat yang ku tuju, aku sudah dikeroyok orang menawarkan tiket ke berbagai tujuan. Waduh2, emang hal yang lumrah yang terjadi di terminal-terminal bus di Indonesia. Di terminal terbesar di kota malang ini, nggak begitu parah seperti di purabaya, lebak bulus, ataupun pulo gadung. Mereka tidak terlalu memaksa untuk menaiki armada busnya. Paling Cuma Tanya tujuan mana. Kalo nggak dijawab, baru marah. hahaha.. Aku clingak-clinguk sendiri di pojok terminal. Tiba-tiba hasrat ingin naik bus handoyo muncul, namun ku lihat counter agennya belum buka. So, ditinggal dulu muter-muter terminal. Bus-bus AKDP berjejer rapi menunggu penumpang. Ada bus favoritku terparkir disudut terminal, yup ROSALIA INDAH. Bus asli solo ini, memang tak kalah dengan bus-bus lainnya. Pelayanannya super sekali. Untuk di malang sendiri, PO ROSALIA INDAH baru membuka trayek malang-jogja, malang-purwokerto, dan malang-pekalongan. Kalau mau ke Jakarta dengan bus ini, harus transit dulu di solo untuk pindah bus tujuan Jakarta. Tapi, bus-bus untuk tujuan Jakarta,bandung,bogor dll. Juga nggak kalah bagus kok. Hanya dengan 240rb kita sudah mendapatkan paket wisata diombang-ambing di jalan selama 20jam untuk menempuh malang-jakarta.

            Aku kira, agen HANDOYO sudah buka, ternyata belum. Terpaksa masuk ke agen ZENA, setelah Tanya-tanya kursi yang tersisa tinggal paling belakang deket toilet. Wah, amat sangat tidak srategis. Disamping bau toilet yang super parah, kursi paling belakang juga tidak nyaman untuk tidur. Jadi teringat bus-bus jepara-pati-jakarta, yang model toiletnya dibawah deket pintu tengah. Jadi tidak akan mengganggu penumpang lainnya. Disamping itu, kursi yang nyaman dilengkapi leg rest dan head rest, jadi makin betah tidur di bus. Aku merasa memang tidak ada bosan-bosannya untuk naik bus. Akhirnya yang ku tunggu-tunggu buka juga, ternyata yang menunggu counter handoyo, nggak hanya aku. Banyak bapak-bapak yang mengantri dibelakang. Kebanyakan dengan tujuan wonosobo dan purwokerto. Langsung bilang ke mbknya tujuan jogja satu orang. Nggak belakang-belakang amat. Kursi no. 19/ 5c. cukup dengan 73 ribu, tiket sudah ditangan.
            Dengan tidak direncanakan sebelumnya, semua beres. Alhamdulillah,, segala puji bagi Allah. Memang setiap kali ingin mengunjungi mbakyu yang ada di jogja, pasti tidak terencana. Pernah waktu itu ada liburan Cuma 3 hari aku bela-belain kesana. Yah, dengan alasan yang sama, ingin melepas penat. Hahaha,, sebagai pecinta travelling, perjalanan memang sangat begitu berharga. Ada aja hal baru yang didapat selama perjalanan. Pastinya dengan bus lah menurutku semua perjalanan menjadi nyaman. Kalau dipikir-pikir pasti orang akan memilih pesawat agar lebih cepat dan travel agar lebih nyaman sampai tujuan. Namun, kedua transportasi itu bagiku tidak seunik bus. Di pesawat kita tidak akan menemukan pengamen dengan seribu gayanya. Atau penjual nasi bungkus dan yang tak kalah hebohnya penjual “cang ci men” alias kacang, kwaci, permen. Hanya di bus ide-ide kreatif itu muncul. Bus dan kereta api, kedua transportasi ini lah yang selalu diburu masyarakat luas. Dicari bukan gara-gara fasilitas yang ditawarkan, namun keterjangkauan itulah yang membuatnya menjadi favorit dikalangan menengah kebawah.
                                  ( nggak sempet foto busnya, ambil dari blog bismania malang raya deh :) )
 
            Pukul 18.50 ku baru tiba di terminal arjosari, dengan menggendong tas punggungku yang lumayan  berat. Gara-gara angkot  lagi, aku hampir ketinggalan bus. Padahal aku berangkat dari kos pukul 17.30 harus membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk ke terminal dengan 2 kali dipindah angkot. Huh, belum-belum sudah melelahkan. Aku setengah berlari menuju bus handoyo yang terparkir bersebelahan dengan Zena tujuan purwokerto dan Nusantara tujuan semarang. Hawa sejuk AC menjalar seketika keseluruh tubuhku ketika menaiki kabinn. Huh, nyamannya. Tak salah aku memilih bus ini. Aku menuju kursi nomor 19. Disampingku ada bapak-bapak setengah baya tersenyum ramah. Kubalas senyum itu dengan ramah pula. Setelah meletakkan tasku di bagasi atas dalam kabin, aku segera menata tempat dudukku dengan nyaman. Balas dendam mau tidur. Hehe.. setelah dicek semua oleh crew bus handoyo, buspun berangkat tepat pukul 19.05 meninggalkan arjosari.
            “ bade kamana?” Tanya bapak sebelahku tiba-tiba. Dari logatnya bapak ini pasti orang sunda.
            “ mau ke jogja pak, bapak sendiri mau kemana? ” balasku sok basa-basi.
            “ saya teh mau ke purwokerto. Setelah itu lanjut ka bandung.”
            “lho, bapak asli bandung? Kenapa naik bus tujuan ke purwokerto dulu pak?” tanyaku bertubi-tubi. Semangat ngomongin bus.
            “ anak saya biasanya seperti ini, ke purwokerto dulu, baru naik bus lagi ke bandung.”
            “ padahal kan ada kramat djati tujuan malang-bandung pak”
            “ oh, iya kah? Saya tidak tau. Saya juga baru sekarang ini naik bus umum.” Jawab bapaknya polos. Mungkin, bapaknya tidak biasa naik bus.  
            “ iya, biasanya busnya berangkat sore pak.”
            “adek sendiri, ke jogja kuliah?”
            “nggak pak, mau jenguk kakak saya. Saya kuliah di malang sini. Tapi, asli dari pati.”
            “ oh, asli dari pati? Biasanya kan jogja jadi tujuan untuk kuliah gitu.”
Obrolanpun semakin asik. Yang niatnya ingin tidur, malah dapat teman baru, jadi ngobrol ngalor ngidul. Ini juga salah satu yang seru ketika naik bus umum. Yang tadinya tak kenal, jadi sok kenal. Namun, tetap berhati-hati dengan orang yang baru kenal. Tak terasa udah sampai gempol mau menuju mojokerto. Kemacetan tak terhindarkan. Dari arah porong, semua kendaraan berhenti total. Sedangkan dari arah malang menuju porong tersendat-sendat. Kadang jalan, kadang berhenti. Namun, dari malang belok ke arah menuju mojokerto jalanan sudah lancar kembali. Dari sinilah, start untuk mulai tidur. Suara anak-anakpun terlelap dalam tidurnya. Sementara bapak-bapak dengkurannya semakin keras memecah keheningan  di dalam bus, dan keramaian diluar sana.
Bus ngerem mendadak, semua penumpang panik. Termasuk aku, yang baru terjaga dari tidurku. Ku tengok keluar, ternyata terjadi kemacetan parah mendekati rumah makan kurnia jawa timur yang berada di ngawi. Yang menjadi tempat peristirahatan nanti. Bisa dimaklumi, berhubung pas waktu liburan, jadi banyak rombongan bus pariwisata mulai dari anak sekolah hingga wisata wali songo. Dengan susah payah bus memarkir masuk di halaman rumah makan tersebut, tepat pukul 00.30 dini hari, semua penumpang disuruh turun dan dibagikan tiket service makan prasmanan. Akupun bertanya dalam hati, “ tiketnya aja Cuma 73ribu. menu Makannya apaan ya? Hehe,, berhubung belum sempat makan malam. Soalnya tadi malam kan langsung cabut. Akupun turun bersama bapak-bapak sampingku tadi, menuju suara yang teriak-teriak “service bus handoyo sebelah sini, silahkan..” maklumlah pelayan rumah makannya teriak-teriak. Soalnya banyak bus-bus yang beristirahat disana. Dan semua telah bekerjasama dengan pihak rumah makan untuk penyedia makanan bagi penumpangnya. Terjawab juga pertanyaanku dari tadi, nasi+bihun+sayur kacang+telor dadar ditambah krupuk menjadi menu malam itu. Plus segelas teh hangat menemani makanku. Hhmm,, apa gara-gara aku lapar ya, makanan itu terasa enak sekali.. hahaha,, setelah kenyang makan, clingak-clinguk cari toilet. Maklum, aku tidak begitu suka di toilet bus. Terombang-ambing nggak jelas gitu. Aku jadi teringat toilet di kereta, toilet di pesawat, dan toilet di bus. Kalo dipikir2 ternyata beda banget ya, dari bentuk, dan suasananya ketika dipakai kalo ketiga transportasi itu sedang jalan. Yang paling unik toilet pesawat, bersih, terkesan mewah, dan airnya terasa hangat-hangat panas. dan pastinya tersedia banyak tissu Hahaha,, ada-ada saja. Kalo toilet bus kan terkesan bau, dan airnya dingin sekali.  Aku melewati tempat service khusus untuk travel juga. Wah, beda banget. Mereka lebih ekslusif. Ruangan full AC, plus meja bundar gaya-gaya restoran mewah. Padahal bus executive pun nggak sampai seperti itu service makannya. Yang membedakan paling tempat restorannya, yang lebih terkenal sama rumah makan biasa.
Ketika keluar dari toilet, ku berniat balik ke bus. Tapi, masya Allah… bus pun tambah bejibun. Haduh,, kepala ini jadi pusing. “bus ku tadi yang mana ya?” banyak banget bus disini. Berjalan di dempet bus-bus besar jadi mrinding sendiri. Setelah berjalan berpindah-pindah dari satu bus ke bus yang lain. Terlihat bus handoyo. Aku lihat depan busnya. Tepat bus no.3. berarti ini busku. Setelah naik dan menuju kursiku, ku duduk sejenak. Dan mulai berpikir, kok nggak ada ranselku ya? Loh? Selimutnya juga uda berantakan. Padahal tadi kan nggak ku pakai. Tiba-tiba bapak sebelahku tadi juga naik dan menghampiriku. Aku langsung bilang aja dengan yakin “wah,pak kita salah bus ini” kulihat di kursi depan ada seorang ibu yang lagi mabuk darat mungkin, aku pun bertanya pada ibu itu “ lho buk, ini benar kan bus no.3?” tanyaku panik.
“iya mas. Masnya emang tujuan mana?” ibu itu bertanya balik kepadaku.
“jogja buk, bapak ini ke purwokerto.”
“ wah, mas lha wong bus ini aja dari purwokerto. Bus ini ke arah malang.”
Akupun langsung panik. Tak sempat bilang terima kasih kepada ibunya. Aku langsung aja turun bersama bapak tadi. Maafkan aku buk, hehe.. kalo ditinggal bus kan nggak lucu. Tapi, biasanya di umumin lewat pengeras suara. Aku clingak-clinguk mengamati bus satu persatu. Banyak bus handoyo, tapi, tampilan luarnya berbeda semua. Akhirnya bapak itupun menemukan busnya. Ternyata pindah ke pojok. Setelah meyakinkan diri dengan melihat tulisan 3 dan Tujuan jogja-purwokerto di depan bus, akupun naik dengan langkah capek. Langsung duduk dan nyender. Melihat keatas, ranselku pun masih aman disana. Huft, lumayan olah raga dini hari. Setelah pengecekan kembali, ternyata masih ada 2 penumpang yang belum masuk. Mungkin masalahnya sama kali ya,, lagian no.busnya sama sih.. tipe busnya juga sama.. haduh2,, akupun tertawa sendiri mengingat kejadian barusan. “untung salah naik bus” bayangin aja kalo tidak. Mungkin moment panik bersama bapak-bapak tadi tidak akan terjadi. Hehe.. bayangin kalo aku nggak langsung sadar diri di bus yang salah, mungkin aku uda kembali ke malang lagi. Hahaha,, pukul 01.15 bus melaju kembali ke arah jawa tengah…. Akupun tertidur pulas..
Entah apa yang membuatku bangun. Mata ini, masih ngantuk banget. Dengan terpaksa, aku melihat luar. Masya Allah, sudah sampai prambanan. Akupun langsung mengucek-ngucek mataku agar segera bangun. Segera ku ambil hape, dan telpon mbak ku. Memberitahukan sebentar lagi nyampe. Bus tiba-tiba berhenti, ternyata ada penumpang yang turun di kalasan. Crew buspun menghampiriku, dikira aku masih terlelap tidur. Aku disuruh kedepan untuk siap-siap. Kulihat jam di hapeku, tepat menunjukkan pukul 04.00 subuh.. “tumben,cepet banget..” batinku dalam hati. Padahal udah aku perkirakan jam 5 pagi nyampe sana. Dengan lihai, buspun berhenti di pertigaan janti. Akupun langsung turun, tanpa pamitan dengan bapak-bapak sebelahku juga. Kulihat tadi beliau masih tertidur dengan pulasnya. Beberapa menit kemudian, zenapun berhenti dan menurunkan penumpang disitu juga. Berhubung masih terlalu pagi, dan mbak ku nggak berani untuk jemput, terpaksa aku naik ojek menuju ke arah sapen…. Memecah udara pagi di kota Jogja.. welcome to Jogjakarta..

Malang, maret 2012.
Thanks to PO HANDOYO,